Berita Kriminal

Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos

Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos – Tubuh Layanan Wanita serta Anak( PPA) Polres Metro Jakarta Utara menguak permasalahan pelecehan intim yang dicoba atasan 2 pegawai wanita di suatu industri di Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos

Sumber : wartakota.tribunnews.com

imrpublications – Berasal dari informasi kedua korban DF( 25) serta EFS( 23), polisi membekuk terdakwa JH( 42), kerabat pria owner industri.

Perihal itu dikatakan Delegasi Kapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi dalam bertemu pers yang diselenggarakan di Mapolda Metro Jakarta Utara, Selasa( 2 atau 3 atau 2021).

Melansir Kompas.com , Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos tersebut sebagai berikut:

1. Bermodus Bisa Meramal

Sumber : wow.tribunnews.com

Nasriadi berkata, terdakwa membodohi kedua korban dengan berterus terang dapat meramal.

Nasriadi berkata:” Modus operandi yang dipakai terdakwa kepada korban merupakan dengan berterus terang selaku ahli nujum ataupun orang bijaksana yang dapat meramal kodrat seorang serta kodrat seorang.”

Nasriadi berkata, JH terdesak memegang bagian badan DF serta EFS dikala melaksanakan perkiraan.

Nasriadi berkata:“ Rayu korban buat meramal, dsb, tetapi dengan memegang bagian berarti ataupun alat sensitif badan korban itu merupakan metode desakan, serta kerap dicoba, maksudnya banyak.”

Apalagi JH pula membagikan data mengenai korban mandi bersama, tetapi korban menyangkal.

Nasriadi berkata:” Mereka dibawa mandi bersama, maksudnya membuka aura ataupun menguak keadaan positif di badan, kemudian kedua korban menyangkal.”

DF serta EFS sudah berprofesi selaku sekretaris di industri sepanjang sebagian bulan.

Baca juga : Deretan Kecelakaan Kerja Terbesar di Indonesia

2. Korban tak Berani Melawan

Sumber : wow.tribunnews.com

Korban berterus terang pada polisi kalau dirinya khawatir bertempur sebab terdakwa mempunyai senjata runcing.

Nasriadi berkata:” Korban khawatir bertempur sebab terdakwa kerap bawa senjata runcing di pinggangnya. Khawatir jadi korban pembantaian, kesimpulannya beliau mengundurkan diri.”

Korban DF berterus terang khawatir bertempur sebab JH kerap bawa jagung di sakunya. DF mengatakan:” Bila ia mengecam, ia tidak hendak mengecam, namun ia kerap bawa jagung di sakunya.”

DF sudah bertugas buat industri semenjak Maret 2020. Pada Agustus 2020, DF dinaikan selaku sekretaris JH. Semenjak itu, DF hadapi sebagian kali pelecehan intim.

Perihal yang serupa terjalin pada EFS yang sudah bertugas di industri itu semenjak September 2020.

Terdakwa berterus terang lagi mabuk

Di dikala yang serupa, terdakwa JH( 47) berterus terang melaksanakan pelecehan kepada 2 sekretaris dikala mabuk. JH mengatakan:” Dikala itu, posisi aku separuh mabuk. Dikala sholat, aku lagi mabuk.”

Dalam kelakuan itu, JH awal mulanya mau pijit korban. JH mengatakan:” Awal mulanya cuma buat pijit, serta setelah itu itu merupakan sikap tidak elok.”

3. Korban Buat Bukti Video

Sumber : sumsel.tribunnews.com

Unit Kesehatan mengutip resiko buat menulis sikap tidak benar yang dijanjikan bosnya buat dipakai selaku fakta.

DF berterus terang amat takut terdakwa JH hendak membekuknya. DF mengatakan:” Sebab itu terjalin berulang kali, aku serta orang lain tidak terdapat di situ pada dikala itu, jadi aku betul- betul khawatir.”

DF meneruskan:” Jadi aku berupaya merekam serta menaruh handphone aku di laptop aku. Kala aku membuka film, pada awal mulanya ia memforsir aku buat membuat aku merasa khawatir dengan cara otomatis, khawatir ia hendak memandang handphone aku.

Pada dikala yang serupa, EFS membenarkan kalau JH melihatnya dikala ruang rapat hening. EFS berkata:” Betul, di kantor dikala rapat, di ruang rapat, dikala ruangan hening. Sebab pintunya dipakai semacam itu, cuma dapat dibuka dari dalam, serta orang di luar tidak dapat masuk.”

Setelah itu, DF serta EFS memberi tahu penganiayaan mereka ke polisi. Mereka saat ini sudah mengundurkan diri dari industri.

Dalam permasalahan ini, polisi sudah memperoleh benda fakta berbentuk film yang muat sikap pelakon dikala melaksanakan pelecehan, hasil pengecekan viewport korban, serta busana yang dikenakan korban.

JH didakwa dengan artikel 289 KUHP mengenai sikap asusila atas perbuatannya serta dijatuhi ganjaran 9 tahun bui.

4. Diajak Mandi Bareng

Sumber : batam.tribunnews.com

JH yang berterus terang dapat diduga berkata pada korban kalau bila korban mau mandi bersama, beliau dapat membuka auranya. Tetapi, DF serta EFS sedang dapat menyangkal mengajak mereka mandi.

Nasriadi berkata:” Mereka dibawa mandi bersama, maksudnya membuka aura ataupun menguak keadaan positif yang terdapat di badan, setelah itu ditolak oleh kedua korban. Korban dengan akronim DF berterus terang telah bertugas di industri semenjak Maret 2020. Pada bulan Agustus, ia dinaikan jadi Sekretaris JH. Sehabis itu DF, hadapi sebagian kali pelanggaran.

Di dikala yang serupa, EFS berterus terang diusik dikala ruang rapat hening. DF memberanikan diri buat menulis eksperimen pelecehan JH selaku fakta buat dikabarkan ke polisi.

Dikala ini, polisi sudah memperoleh benda fakta film yang bermuatan mengenai sikap pelakon dikala melaksanakan pelecehan, badan korban, serta busana korban. JH didakwa dengan artikel 289 KUHP mengenai sikap asusila atas perbuatannya serta dijatuhi ganjaran 9 tahun bui.

5. Aksi Eksibisionis di Ruang Terkunci

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Di saat yang sama, pelaku JH mengakui semua perbuatannya. Ayah empat anak itu melakukannya saat dia sedang mabuk. JH mengatakan: “Saat itu saya setengah mabuk. Saat sholat, saya mabuk.” Menurut tersangka, awalnya dia hanya ingin memijat korban saat operasi. JH berkata: “Awalnya hanya untuk pijat, dan kemudian itu adalah perilaku tidak senonoh.”

Di bawah pengaruh anggur, JH membuka celananya dan menunjukkan alat kelaminnya kepada korban. Pelaku menegaskan bahwa dia tidak memperkosa korban. Saat kantor (terutama ruang mengetik komputer) sepi, JH melakukan perilaku tidak senonoh ini.

“Ada ruang pengetikan komputer di kantor, dan tidak ada. Cuma dalam waktu sesingkat itu,” lanjut JH. Di sisi lain, EFS mengaku diganggu oleh JH di ruang konferensi yang sunyi. EFS menjelaskan: “Ya, di kantor saat rapat di ruang konferensi, saat ruangan sepi.

Karena pintunya seperti lorong, hanya bisa dibuka dari dalam, dan orang di luar tidak bisa masuk.” Jelas EFS. Polisi juga menahan JH dengan banyak barang bukti, termasuk rekaman video yang merekam pelecehannya terhadap korban DF.

Video tersebut didapat karena DF diam-diam merekamnya saat bosnya hendak melecehkannya. DF berkata: “Karena itu sering terjadi. Pada saat itu, baik saya maupun orang lain tidak ada di sana, jadi saya benar-benar takut.

Dia menjelaskan: “Jadi saya mencoba merekam dan meletakkan ponsel saya di laptop saya. Saya membuka video, dan kemudian dia pertama-tama memaksa saya untuk secara otomatis takut bahwa dia akan melihat ponsel saya.” DF mengatakan dia takut karena JH ada di jagung A sering dilakukan dalam aksinya.

Ia menjelaskan: “Kalau mengancam, tidak akan mengancam, tapi sering membawa jagung di sakunya.” Kini, JH dijerat pasal 289 KUHP tentang kecabulan. Dia dijatuhi hukuman 9 tahun penjara.

Baca juga : Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas

6. Mengaku Utusan Dewa

Sumber : suara.com

Sebelumnya, Nasriadi sempat mengungkapkan, pola pelaku adalah mengakui dirinya bisa ditebak. Nasriadi mengatakan: “Tersangka pidana menggunakan modus operandi pada korban dengan mengaku sebagai peramal atau orang bijak, yang bisa meramal nasib orang dan nasib seseorang.”

Sambung Nasriadi, JH memaksa menyentuh tubuh korban. Dia berkata: “Bujuk korban untuk membuat prediksi, dll., Tetapi dengan menyentuh bagian penting dari tubuh korban atau organ sensitif, itu adalah faktor kompulsif, dan ini sering terjadi, yang sangat berarti.”

Sekarang, berdasarkan pengakuan korban EFS, JH mengaku sebagai wakil dewa dan wali. “Ketika orang berkata, dia mengaku sebagai orang suci. Dia berkata bahwa dia ingin menyucikan saya dan teman-teman saya.

EFS mengatakan: “Dia adalah perintah para dewa.” Nasriadi menambahkan, pelaku mengajak para korbannya untuk mandi bersama agar bisa disucikan.

Namun, korban masih bisa menolak permintaan abnormal dari mantan bos tersebut. Nasriadi mengatakan: ” Mereka diajak mandi bersama, artinya membuka aura atau mengungkap hal-hal positif yang ada di tubuh, kemudian ditolak oleh kedua korban.”

Similar Posts