Berita

Deretan Kecelakaan Kerja Terbesar di Indonesia

Deretan Kecelakaan Kerja Terbesar di Indonesia – Musibah kegiatan ialah perihal yang tidak terjalin, tidak direncanakan, serta bisa memunculkan kehilangan di tempat kegiatan. Jangkauan musibah amat besar, dari yang sepele( semacam mengikat) sampai musibah besar yang memunculkan banyak korban.

Deretan Kecelakaan Kerja Terbesar di Indonesia

Sumber : nasional.sindonews.com

imrpublications

Musibah dapat terjalin dimana saja, serta salah satunya terjalin. Musibah kegiatan yang terjalin bisa memunculkan banyak kehilangan bagus untuk korban, keluarga korban, tempat kegiatan, apalagi negeri.

Di Indonesia sendiri telah banyak terjalin musibah kegiatan. Bagi katigaku.top, berikut adalah 5 Kecelakaan kerja besar di Indonesia.

1. Garuda Penerbangan 152

Sumber : liputan6.com

Penerbangan Garuda Indonesia GA 152 merupakan pesawat Airbus A300-B4 yang akan mendarat di Bandara Bologna pada tanggal 26 September 1997. Kecelakaan ini menewaskan 234 orang (222 penumpang dan 12 awak pesawat), sejauh ini merupakan kecelakaan pesawat terparah dalam sejarah Indonesia. Saat kecelakaan terjadi, Kota Medan diselimuti kabut tebal akibat kebakaran hutan.

Sekitar pukul 13.00 ATC Medan Air Traffic Control ATC mengosongkan area runway Flight 152 dari posisi semula 316 derajat, dan kru diminta berbelok ke kiri hingga 240 derajat untuk memutus ILS beacon. 120 detik sebelum tabrakan, kru diminta untuk berbelok lebih jauh 215 derajat ke kiri dan kemudian turun ke 1.500 kaki, yaitu 500 kaki di bawah ketinggian yang ditentukan dalam prosedur.

Pukul 13:30, ATC menginstruksikan penerbangan 157 untuk belok kanan untuk belok 045 sebagai persiapan mendarat di runway 5. Kemudian, ATC meminta kru untuk melaporkan arah pesawat tersebut.

Saat itu, ATC bingung dalam hal komunikasi kode pesawat karena penerbangan Merpati 152 terjadi di waktu yang sama dan di sekitar area yang sama.Ini merupakan awal kegagalan ATC karena instruksi ATC membawa Garuda 152 ke pegunungan. Pilot GIA 152 juga tidak bisa melihat pegunungan, karena wilayah Medan merokok akibat penebangan liar.

Awak dikonfirmasi untuk belok kanan ke Runway 5 atas permintaan ATC. Mendengar pembicaraan pengatur lalu lintas udara, pilot tiba-tiba meneriakkan “Allahu Akbar” karena pilot baru bisa melihat pegunungan.

Pesawat itu kemudian jatuh di gunung setinggi 1.150 kaki dekat Pancur Batu, hancur berkeping-keping dan terbakar. Menurut saksi mata, pesawat ke-152 itu jatuh ke gunung dengan sudut 220 derajat dan terbang di bawah sayap kiri, yang mendukung teori bahwa pilot tidak menghindari rute yang diminta oleh ATC.

Baca juga : Kisah Pebisnis Indonesia di Myanmar Beri Kunci Bertahan di Tengah Gejolak

2. Ledakan Tambang Sawalunto

Sumber : nasional.tempo.co

Pada tanggal 16 Juni 2009 (Selasa), sekitar pukul 10.00 WIB, PT Dasrat Sarana Alan Segatti (PT Dasrat) di Bukit Mertajam, Kecamatan Tarawi, Savarento, Sumatera Barat. Terjadi kecelakaan di konsesi tambang batubara Sarana Arang Sejati.

Pembangunan KP PT Dasrat Sarana Arang Sejati diterbitkan oleh Walikota Sawahlunto sesuai dengan SK No. 16. 05.39 / PERINDAKOP / 2006, berlaku mulai tanggal 2 Juni 2006 sampai dengan 2 Juni 2011.

Pelaksana penambangan adalah kontraktor CV Cipta Perdana. Excavator belicong digunakan untuk menambang secara manual dengan mengebor lapisan batubara tanpa ventilasi yang memadai dan hanya  menggunakan bantuan alami. Batubara yang digali mungkin kurang lebih 2 1/2 meter ketebalannya.

Kecelakaan tersebut masih dugaan akibat ledakan gas metan (CH4), akibat ledakan tersebut material terlempar 150 meter dari mulut tambang dan 14 orang terlempar sekitar 50 meter. Konsentrasi gas metana di tambang batubara bawah tanah dari mulut tambang dapat menyebabkan ledakan dalam kisaran 5% sampai 15% (“Manual of Methane Control in Mining” Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Pittsburgh, 2006).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkoordinasikan penempatan tim mitigasi batubara dengan Pemkot Salvarento, Pimpinan Proyek Pertambangan PT Bukit Asam, Unit Tambang Ombilin dan Pimpinan Proyek Pertambangan PT Allied Indo. Pada tanggal 17 Juni 2009 (Rabu) 17.00 UTC, rangkuman dan jumlah korban yang dilaporkan oleh tim DESDM adalah sebagai berikut:

Tiga puluh dua orang meninggal dan dievakuasi (31 orang dievakuasi dari tambang, dan 1 orang dievakuasi dari luar tambang), diperkirakan satu korban masih berada di dalam tambang namun belum diketahui kondisinya. Korban mengalami luka berat / ringan dan sedang menjalani perawatan untuk 13 orang.

3. Runtuhnya Training Center Freeport Big Gossan

Sumber : voaindonesia.com

Kecelakaan fatal pertama terjadi pada Selasa 14 Mei 2013. Atap area pelatihan pertambangan bawah tanah BigGossan runtuh dan total 38 pekerja pertambangan terluka. Ironisnya, para pekerja saat itu sedang mengikuti kelas penyegaran tentang materi keselamatan.

Pada WIT 07.30, saat pekerja berkumpul di ruang kelas basement, sebagian terowongan di areal latihan roboh. Dari semua pekerja yang terkena dampak, 10 dinyatakan aman dan 28 pekerja pertambangan tewas.

Menurut pengakuan inspektur ESDM, ada beberapa aktivitas kerja aktif di atas pusat pelatihan Freeport yang menambah beban di atap pusat pelatihan.

Untuk mengevakuasi para korban, pihak perusahaan membubarkan 200 anggota tim penyelamat yang bekerja 24 jam sehari. Pasca kecelakaan, Freeport menutup operasinya selama 40 hari untuk menghindari longsor lebih lanjut.

Perusahaan mengakui bahwa kecelakaan fatal di fasilitas pelatihan bawah tanah Big Gossan merupakan kecelakaan paling serius dalam 30 tahun operasinya.

4. Ledakan Petrowidada

Sumber : qieqiunda.blogspot.com

PT Petrowidada yang memproduksi materi dasar produk plastik phthalic anhydride serta maleic anhydride meledak dampak kebocoran materi kimia pada cara produksinya, Selasa, 20 Januari 2004. Dentuman yang terjalin di suatu pabrik di Area Pabrik Petrokimia Gresik, Provinsi Jawa Timur ditemui membunuh 2 orang serta dekat 50 orang dibakar.

Samsi, korban yang dikabarkan berpulang di posisi peristiwa, ialah ketua penciptaan industri. Sedangkan korban cedera bakar awal, Abdul Kohir( 44 tahun), dibawa ke Rumah sakit Sutomo Surabaya, dikabarkan tewas pada jam 22. 00 dengan nilai cedera bakar 78%.

Dentuman terjalin dekat jam 16. 00, dikala beberapa besar pegawai sedang bertugas. Dentuman terdengar dalam radius dekat 3 km dari pabrik. Sehabis sebagian detik suara keras, recikan api serta asap gelap tebal timbul sampai ratusan m.

Asap gelap tebal melambung ke hawa, membuat wajan. Bagi saksi serta korban, pangkal dentuman hebat itu berawal dari tong penyimpanan 2944 yang memproduksi serta memasak materi kimia maleic anhydride( MA) serta phthalic anhydride( PA). Tong penyimpanan terdapat di tengah pabrik, sisi utara kantor pusat PT Petrowidada.

Dini dentuman diakibatkan oleh kebocoran materi kimia MA yang lagi diproses di tong penyimpanan. Seseorang pekerja berkata, kebocoran materi kimia MA telah ditemui semenjak jam 11. 00. Dikala itu, aku memandang asap putih dari keran tong air.

Dekat jam 03. 45 petang, aparat ruang kontrol menghasilkan peringatan lewat loudspeaker yang menunjukkan tingkatan kebocoran terus menjadi bertambah. Di keran tong, aku seketika mengikuti suara hawa semacam terompet, sampai tong di lantai 7 meledak.

Pangkal kebocorannya terdapat di atas tong air, serta asapnya memancar dengan kokoh. Dikala itu aparat di ruang pengawasan berkata titik berat uapnya telah menggapai 206 rpm( putaran per menit). Pekerja di atas tong mulai turun.

Tetapi, tidak lama setelah itu, tong materi bakar meledak. Uap membakar busana serta kulit, dan melemparkan para pekerja yang sedang terletak di dekat tong materi bakar sebagian m dari dini dentuman,” tutur Jayadi, seseorang pengelasan. pekerja. Dekat 200 m dari tangki

Ia berkata dentuman itu amat kokoh alhasil memusnahkan kaca, asbes serta menjatuhkan asbes. Pada dikala yang serupa, uap dalam larutan kimia berkembang di dekat pabrik. Lekas sehabis itu, recikan api mulai menabur ke gedung lain sebab pelarutan materi kimia yang diakibatkan oleh dentuman itu. Mengikuti suara keras untuk suara, bercahaya api yang lalu bertambah meledak.

Perorangan general Affairs and quality manager PT Petrowidada Kusnan yang pula jadi korban dentuman berkata, dikala terjalin musibah, dirinya terkini saja bertamu personel ruang kontrol, ialah dekat 15 menit saat sebelum tong meledak. Ia berkata kalau aparat di ruang kontrol pada dikala itu berkata terdapat permasalahan sungguh- sungguh dengan tank 2944 itu.

“ Tetapi, saat sebelum aku hingga di posisi, tong airnya meledak serta memancarkan materi kimia yang membakar serta melantingkan sebagian pekerja. Cusnan berkata:“ Aku dapat bertahan sebab jarak dari tong sedang dekat 50 m.“ Dampak semprotan uap itu, wajah serta matanya dibakar.

Dikala dentuman terjalin, lanjut ia, sedang terdapat sebagian pekerja di dekat tong yang memantau kebocoran itu. Tetapi, ia tidak dapat membenarkan jumlah serta keamanan mereka. Dekat 10 menit sehabis dentuman, aparat pemadam kebakaran serta regu kedokteran mulai berdatangan.

Regu pemindahan memindahkan dekat 50 pekerja yang hadapi cedera bakar akut dari posisi PT Petrowidada. Sebesar 3 korban berpulang dalam musibah ini.

5. Ledakan Mandom

Sumber : medcom.id

Menurut Polda Metro Jaya, kebakaran di pabrik PT Mandom Indonesia di Bekasi Cikarang pada 10 Juli 2015 itu disebabkan bocornya selang atau selang pengisian gas (DPS) yang tersambung ke semprotan parfum deodoran 2. Krishna mengatakan di Polda Metro Jaya, Rabu, 14 Oktober 2015: “Kebocoran selang elpiji tersebut dipicu oleh elemen pemanas pengering yang dipasang di mesin pengisian DPS.”

Namun, kebocoran gas bukan satu-satunya penyebab ledakan. Menurut pendapat para saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan mengenai desain ruang produksi, penilaian risiko fasilitas produksi berupa Hazop, efektivitas alat pendeteksi gas, katup pemutus dan blower untuk membuang limbah gas yang mudah terbakar.

Ledakan tersebut menjadi kecelakaan keselamatan kerja terbesar dunia di Indonesia dan industri manufaktur Indonesia. Sebanyak 28 pekerja tewas, puluhan luka-luka, dan kerugian Rp 89,762 miliar.

Baca juga : Daftar 11 Kecelakaan Maut di Sumatera dan Jabar yang Libatkan Truk dan Bus

6. Ledakan Pabrik Petasan Kosambi

Sumber : news.detik.com

Ledakan dahsyat terjadi di pabrik petasan PT Panca Buana di Kosambi, Tangerang, pukul 09.00. Lebih dari 47 orang tewas dan puluhan korban lainnya luka berat. Jumlah pekerja yang tewas melebihi pemboman Mandom 2015.

Polisi telah menentukan penyebab kebakaran di pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Situasi ini diketahui setelah polisi menangani TKP dan memeriksa banyak saksi.

Pada Sabtu (28 Oktober 2017), Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan: “Penyebab kebakaran adalah kembang api yang mengeluarkan percikan api.”

Kombes Nico Afinta, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menambahkan sebelum kebakaran terjadi, Subarna Ega menggunakan alat las untuk memperbaiki atap pabrik. Jelas, percikan api yang dihasilkan oleh mesin las terkena bahan mentah yang digunakan untuk membuat kembang api.

“Dari keterangan saksi dan pengolahan TKP Labfor, diduga kejadian ini disebabkan oleh pekerjaan pengelasan yang dilakukan oleh Ega. Percikan api semacam ini menimpa kembang api dan langsung terbakar,” kata Nico.

Posisi pintu yang terkunci menambah jumlah korban yang jatuh dan mempersulit proses evakuasi.

Similar Posts