Berita Bencana Alam

Data Dari BNPB Telah Terjadi 263 Bencana Alam Selama Januari 2021

Data Dari BNPB Telah Terjadi 263 Bencana Alam Selama Januari 2021 – Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan 263 bencana terjadi pada Januari 2021. Data tersebut merupakan rangkuman pukul 15.00 WIB per 31 Januari 2021.

Data Dari BNPB Telah Terjadi 263 Bencana Alam Selama Januari 2021

Sumber : kompas.com

imrpublications – BNPB Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana (Kapusdatinkom), menjelaskan sebagian besar bencana terjadi karena pengaruh kondisi hidrologi dan meteorologi.

Raditya pada Senin (1/2/2021) mengatakan kepada Kompas.com : “ 98% dari seluruh bencana disebabkan oleh faktor hidrometeorologi.” Selain jumlah kejadian, laporan tersebut juga memuat peta sebaran, dampak bencana dan dampak bencana. kerusakan yang disebabkan.

Faktor hidrologi dan meteorologi bencana utama dibagi menjadi dua jenis, yaitu basah dan kering. Pada awal tahun, bencana disebabkan oleh faktor hidrologi dan meteorologi basah.

Pada awal tahun, bencana disebabkan oleh faktor hidrologi dan meteorologi basah.Minggu (24/1/2021), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencontohkan 94% dari 342 sabuk musim di Indonesia sudah memasuki puncak musim hujan yang diprediksi sejak oktober tahun lalu. Oleh karena itu, diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2021. Raditya berkata: “Data kami menunjukkan bahwa dari kejadian ini, banjir dan tanah longsor mendominasi.”

Menurut data BNPB, bencana alam yang terjadi pada awal tahun meliputi 167 banjir, 42 longsor dan 42 tornado. Kemudian, terjadi 6 tsunami, 5 gempa bumi dan 1 kebakaran hutan dan lahan. Korban jiwa terbanyak sepanjang tahun 2021, dampak bencana alam telah menyebabkan 191 orang meninggal dunia dan 9 orang hilang. Raditya menjelaskan, korban terbanyak adalah gempa bumi dan tanah longsor.

Ia mengatakan: “Gempa bisa menimbulkan banyak korban jiwa, karena selama ini belum ada prediksi kapan dan dimana gempa akan terjadi.” Namun, untuk gempa, BNPB mencoba memeriksa potensi garis patahan. Sejak 2017, Pusat Gempa Nasional telah menemukan dan mencatat 295 garis patahan.

Garis patahan ini membantu BNPB memetakan potensi bencana. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa terbanyak di Sulawesi Barat. Beberapa kali longsor terjadi di Sumedang yang menelan korban 40 orang.

Raditya mengatakan: “Banyak korban tewas di Sulawesi Barat. Tercatat ada 105 orang. Korban lain dari bencana lain juga ada, namun tersebar di beberapa tempat.” Ia menjelaskan, akibat reruntuhan tersebut, gempa tersebut menimbulkan lebih banyak korban jiwa. Kerusakan bangunan akibat gempa dapat memakan korban jiwa. Adapun jumlah korban luka pada bencana Januari 2021 sebanyak 12.042 orang.

Pada saat yang sama, 1.548.173 orang menderita dan mengungsi akibat bencana ini. Di saat yang sama, selain memakan korban jiwa, berbagai bencana di awal tahun ini juga merusak bangunan di berbagai daerah. Dalam rangkaian bencana, 36.534 rumah rusak. Tingkat kerusakan berkisar dari ringan sampai parah. Data kerusakan lainnya menunjukkan sebanyak 124 fasilitas umum rusak.

76 fasilitas pendidikan, 24 tempat ibadah, 25 fasilitas kesehatan, 4 kantor dan 43 jembatan merupakan fasilitas umum yang terkena dampak gempa. Peta Distribusi Sebagian besar bencana tersebar di Jawa Tengah dengan 46 kejadian. Kemudian Jawa Timur mencetak 42 poin dan Jawa Barat mencetak 36 poin. Adapun sebaran bencana terbesar terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Berikut beberapa Bencana Alam Yang Terjadi Selama Januari 2021 menurut data dari BNPB :

1. Banjir Kalimantan Selatan

Sumber : popmama.com

Curah hujan yang tinggi di Kalimantan Selatan dari tanggal 9 hingga 13 Januari dikatakan menjadi penyebab utama banjir tersebut. Karliansyah, direktur Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, mengatakan peningkatan itu hampir 10 kali lipat.

Pernyataan tertulis beberapa waktu lalu mengatakan: “Curah hujan 8-9 kali lipat dari biasanya.”Sementara itu, Danrem Kolonel Inf Firmansyah, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan, berdasarkan data hingga 20 Januari 2020, sebanyak 21 orang tewas akibat banjir tersebut.

Selain itu, 120.284 kepala keluarga terkena dampaknya. Jumlah pengungsi mencapai 63.608 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah pengungsi yang tercatat di berbagai kamp pengungsian.“Jumlah keluarga terdampak 120.284, sejauh ini korban meninggal 21 orang, jumlah warga terdampak 342.987, dan jumlah pengungsi di berbagai kamp 63.608.”,” Kata dia di Kalimantan Selatan, Rabu (20/1/2021).

Banjir sendiri, lanjutnya, terjadi di 11 kabupaten / kota di Kalimantan Selatan. Angka tersebut bisa berubah, naik turun karena terus bergerak dinamis hingga sekarang.

Dia berkata: “Area yang terkena dampak adalah 70 area.” Selain itu, infrastruktur yang ada di Kalimantan Selatan juga banyak yang terkena dampak. Menurut catatan, 66.768 rumah dan 18.294 jalan terendam banjir. Dia menerangkan : “2 jembatan dalam kondisi buruk dan 21 jembatan rusak .”

Baca juga : Waspadai 10 Gejala Baru Covid-19 yang Tak Terduga

2. Tanah Longsor di Sumedang, Jawa Barat

Sumber : nasional.tempo.co

Longsor di Kabupaten Cimanggung, Kota Samutang, Provinsi Jawa Barat terjadi pada tanggal 9 Januari 2021 lalu terjadi dua kali. Longsor pertama terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian longsor kedua terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Radtya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, mengatakan menurut data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin, 18 Januari 2021, jumlah korban yang ditemukan di Tim gabungan itu 36. Empat orang masih dinyatakan terpisah. Sementara itu, tiga orang luka berat, 22 orang luka ringan, dan 1.119 orang mengungsi.

Terkait kejadian tersebut, Bupati Sumeidan sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor untuk jangka waktu 21 hari mulai tanggal 9 hingga 29 Januari 2020.BPBD Kabupaten Sumedang juga membangun 5 tenda pengungsian di Lapangan Taman Burung Perumahan SBG, dilengkapi dengan 1 unit truk WC umum dan truk tangki penampung air.

3. Gempa Sulawesi Barat

Sumber : kompas.com

Bencana gempa bumi di Sulawesi Barat terjadi dua kali. Pertama terjadi pada Kamis, 14 Januari 2021, dan magnitudo Majene di Sulawesi Barat 5,9. Kedua gempa susulan tersebut lebih kuat pada pagi hari tanggal 15 Januari 2021 dengan kekuatan 6,2 SR.

Didi Hamzah, Direktur Departemen Pertahanan Basarnas, mengatakan sebanyak 90 orang tewas pada hari kelima pascagempa yang mengguncang Sulawesi Barat. Di sisi lain, masih ada beberapa korban yang belum terdeteksi.Sementara itu, BNPB Pusdalops melaporkan data kerusakan material di Kabupaten Majene, diantaranya 1.150 rumah rusak dan 15 unit sekolah terdampak yang masih dalam proses pendataan.

4. Banjir Jember

Sumber : regional.kompas.com

Desa Wono Asri di Jalan Tempurejo Jember, banyak warga yang mengungsi karena terendam banjir. Peristiwa ini diakibatkan hujan deras yang melanda Jember sejak Kamis (14/1/2021).Menurut laporan, banjir mulai surut pada Sabtu (16/1/2021) dan beberapa warga mulai kembali dari tempat penampungan. Namun, masih ada sebagian warga, seperti lansia, perempuan dan anak-anak, memilih tinggal di pengungsian untuk mengantisipasi banjir lebih lanjut.

5. Erupsi Gunung Semeru

Sumber : nasional.tempo.co

Gunung Semeru meletus pada Sabtu (16/1/2021). Akibatnya, sebanyak lima ruas jalan di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur mengalami hujan abu vulkanik dan melontarkan awan panas longsor sepanjang 4 kilometer.Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang dalam media sosialnya menyatakan lima kabupaten yang dilanda abu vulkanik adalah Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Senduro, Kabupaten Gucialit dan Kabupaten Pasirian.

Wawan Hadi Siswoyo, Direktur BPBD Kabupaten Lumajang Departemen Pertahanan dan Logistik mengatakan: “Air hujan abu vulkanik dari Gunung Semeru menyapu sebuah desa di Candipuro yaitu Dusun Kajar Kuning di Desa Sumbermujur.”).Kemudian hujan abu vulkanik di Kecamatan Pasrujambe, Dusun Munggir, Dusun Sumberingin, Dusun Tulusrejo dan Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Desa Kertosari, Desa Jamberum, Desa Jambe Kumbu, Desa Sukorejo.

Sementara itu, di Kecamatan Senduro, Desa Senduro, Desa Beno, Desa Kandan Tepus, Desa Wonocempokoayu, Desa Ranupane, Desa Pandasari, Desa Kandangan, dan Desa Bedayu terendam abu vulkanik.Selain itu, di Kecamatan Gucialit terdapat dua desa yaitu Desa Sombo dan Desa Gucialit di Kecamatan Pasirian serta dua desa yang terkena hujan abu vulkanik Semeru yaitu Desa Pasirian dan Desa Nguter.

Dia menjelaskan: “masker juga telah Kami distribusikan di daerah yang terkena abu vulkanik Semeru.”

Ia menjelaskan, perbaikan substansial dari Cekungan Koboan ke Cekungan Leprak Kamar Kajang belum terpantau, namun masyarakat dituntut untuk tetap waspada. Ia berkata: “Belum ada korban jiwa atau pengungsi akibat peningkatan aktivitas di Gunung Semeru sejauh ini. Status Gunung Semeru masih dalam keadaan kedua atau waspada.”

6. Banjir Bandang Bener Meriah, Aceh

Sumber : m.merdeka.com

Kabupaten Bener Meriah, Aceh dilanda banjir bandang, Minggu (17/1/2021), disebabkan curah hujan yang tinggi dan banjir Sungai Wih Ni Durin.

Rumah tujuh warga hancur karena tertimbun lumpur dan kayu, dan sebuah jembatan dilaporkan putus.

Ilias, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh, mengatakan: “Satu unit jembatan putus, dua unit rumah rusak parah akibat air berlumpur, dan lima unit rumah rusak ringan akibat terendam lumpur.” Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun banyak warga terdampak yang terpaksa mengungsi.

7. Banjir di Kepulauan Bangka Belitung

Sumber : regional.kompas.com

Curah hujan yang tinggi dan banjir rob membuat banyak wilayah Kepulauan Bangka Belitung terendam banjir pada Rabu (13/1/2021). Menurut Antara, daerah yang terkena banjir antara lain Kabupaten Bangka, Kota Bangka Piram, Kabupaten Sibangka, dan Kabupaten Belitung.

Sedikitnya 900 rumah terendam banjir, dengan ketinggian antara 50 hingga 100 cm.Alhasil, lalu lintas kendaraan di banyak titik mengalami kemacetan. Berbagai fasilitas keselamatan, seperti kendaraan evakuasi dan perahu karet telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

8. Banjir Polewali Mandar Sulawesi Barat

Sumber : regional.kompas.com

Pada Kamis (14/1/2021), banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Polewali Mandar di Provinsi Sulawesi Barat sehingga menyebabkan sedikitnya lima rumah warga rusak. Dari lima rumah tersebut, dua sudah rata dengan tanah, sedangkan sepeda motor dan penyok pipa juga tertimbun tanah.

Selain itu, jembatan gantung yang menghubungkan desa Tapango Barat dan Tapango di wilayah kecamatan Tapango hanyut akibat banjir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemerintah mewajibkan warganya untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

9. Banjir Nunukan, Kalimantan Utara

Sumber : news.detik.com

Sungai Sembakung di Kabupaten nunukan, Kalimantan Utara meluap disebabkan Banjir dari Malaysia. Hal ini mengakibatkan banjir bagi 2.700 warga sekitar. Pemerintah setempat telah memindahkan sedikitnya 150 keluarga ke tempat yang lebih aman pada Minggu (17/1/2021).

Banjir yang melanda Sembakung tidak hanya melanda rumah warga, tetapi juga melanda fasilitas umum seperti sekolah dan perkantoran. Menurut Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, banjir terjadi setiap tahun.

Hal tersebut membuat pemerintah daerah menuntut warganya untuk selalu memperhatikan banjir.”Ini karena banjir terjadi dari waktu ke waktu dan pengiriman Malaysia, masyarakat tidak tau kapan akan datang.”

10. Banjir Pulau Bawean

Sumber : jatim.inews.id

Pada Selasa (12/1/2021), banjir bandang melanda Pulau Bawean di Kabupaten Gersik, Jawa Timur. Hujan deras yang berlangsung selama dua hari memicu banjir bandang. Banjir menggenangi puluhan rumah dan sawah, dan permukaan air setinggi lutut orang dewasa.

Desa Kepuh Teluk dan Lebak di Kecamatan Tambak dan Sawah Mulya di Kabupaten Sangkapura terjadi banjir terparah.

11. Banjir Kepulauan Riau

Sumber : regional.kompas.com

Pada Minggu (10/1/2021), Kabupaten Bintan (Kabupaten Bintan) Kepulauan Riau dilanda banjir dengan dada pria dewasa tertinggi. Sejak Sabtu (9/1/2021), hujan deras mengguyur Pulau Bintan dan menyebabkan banjir.

Selain Bintan, banjir juga melanda Batam dan Tanjung Pinang. Akibatnya puluhan rumah terendam, dengan ketinggian mulai dari lutut orang dewasa hingga 1,5 meter. BMKG Tanjungpinang mengatakan, intensitas curah hujan tersebut diakibatkan oleh tutupnya kawasan siklon di Kalimantan bagian barat.

Akibatnya kecepatan angin di kawasan tersebut terkonsentrasi dan mengarah pada kawasan konvergensi (wind sink) yang membawa uap air dalam jumlah besar di kawasan Kepulauan Riau.

Baca juga : Cara Anies Baswedan Atasi Banjir Jakarta

12. Gelombang Tinggi Natuna

Sumber : tribunnews.com

Gelombang tinggi melanda kawasan pesisir Natuna di Kepulauan Riau hingga menyebabkan dua unit rumah roboh pada Rabu (13/1/2021). Angin kencang dan hujan deras diyakini akan memicu gelombang setinggi 6 hingga 9 meter.

Pemerintah setempat mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir mengungsi ke daratan. Kepala Seksi Darurat Penanggulangan Bencana, Logistik, Pemulihan, dan Rekonstruksi Dinas Pemadam Kebakaran Natuna bahkan menyatakan bisa saja terjadi tornado.

13. Gelombang Tinggi Manado

Sumber : liputan6.com

Sejak Minggu (17/1/2021), pesisir pantai Manado dilanda gelombang. Superimposisi klimaks dan klimaks di Manado diperkirakan berlangsung hingga 19 Januari 2021. Kondisi cuaca dan iklim serta dataran rendah telah menyebabkan banjir rob di banyak wilayah di Manado (seperti alun-alun kota dan kawasan Megamas).

Similar Posts