Berita Ekonomi/bisnis

5 Strategi Bisnis di Era Pandemi

5 Strategi Bisnis di Era Pandemi – Endemi Covid- 19 sudah menyerang nyaris tiap pandangan kehidupan. Ekonomi bumi lagi berjuang buat bertumbuh. Jutaan industri lagi melawan kepunahan, serta ekonomi anjlok tiap hari. Nyaris seluruh zona ekonomi terserang di semua bumi.

5 Strategi Bisnis di Era Pandemi

Sumber : money.kompas.com

imrpublications – Apalagi di Indonesia, akibat minimnya perputaran, banyak industri yang terpukul parah. Apalagi bagi para pelaku usaha, omzet banyak orang merosot sehingga harus bangkrut. Bagaimana cara bertahan dan mengembangkan strategi di era pandemi ini?

Mengutip kompas.com , berikut 5 Strategi Bisnis di Era Pandemi

1. Diskon dan penawaran gratis

Sumber : buattokoonline.id

Ini terdengar berlawanan dengan intuisi, tetapi jelas Anda bisa melakukannya. Misalnya, seperti aplikasi Zoom, saat ini tidak ada yang tahu tentang aplikasi tersebut. Sejak pandemi, penggunanya melonjak dari 10 juta menjadi 200 juta hanya dalam beberapa minggu.

Zoom memberikan penawaran gratis, mereka tidak menguntungkan, tetapi yang pasti Zoom akan menghasilkan ribuan pelanggan potensial baru, dan pelanggan akan membeli lagi dalam beberapa hari ke depan.

Entrepreneur.com menemukan dalam sebuah survei bahwa angka ajaib untuk menarik pelanggan adalah 30%. Bahkan dengan bantuan perusahaan e-commerce Fahsion, pengiriman gratis dan diskon ditawarkan selama masa krisis, yang menghasilkan respon yang memuaskan.

Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mencari tahu bagian mana dari produk atau layanan yang diberikan secara gratis atau dengan harga diskon.

Baca juga : 4 Kecelakaan Beruntun di Awal tahun 2021

2. Kolaborasi strategis

Sumber : advertising-indonesia.id

Setiap bisnis memiliki kelebihan dan kekurangan. Dibandingkan dengan bidang lain, perusahaan biasanya sangat kuat dalam daya saing intinya.

Oleh karena itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk bekerja sama dengan perusahaan lain untuk memperbaiki kelemahan dan membantu mengembangkan produk atau produk baru bagi pelanggan.

Oleh karena itu, sekarang saatnya untuk menentukan perusahaan mana yang dapat membentuk kemitraan dengan siapa untuk menghasilkan pendapatan atau terlibat dalam pekerjaan kemanusiaan.

3. Menjaga pelanggan lama

Sumber : annualreport.id

Menurut Forbes, biaya mendapatkan pelanggan baru mungkin lima kali lipat biaya mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Brain & Company, salah satu dari tiga perusahaan konsultan teratas dunia, menemukan dalam sebuah penelitian bahwa jika tingkat retensi pelanggan meningkat sebesar 5%, keuntungan dapat meningkat dari 25% menjadi 25%.

Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan bisnis di bawah anggaran pemasaran yang terbatas adalah dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada, pelanggan tetap, dan pelanggan setia.

Di saat krisis, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perusahaan perlu lebih condong ke teknik pemasaran dan pemasaran digital. Alih-alih menghabiskan untuk mendapatkan pelanggan, temukan pelanggan setia dan setia yang paling menguntungkan dan rancang penawaran menarik untuk mereka.

4. Inovasi bisnis

Sumber : kabar24.bisnis.com

Inovasi diperlukan untuk mengidentifikasi masalah utama, spesifik dan unik dari pandemi dan pasca pandemi ini, serta untuk mengatasinya.

Misalnya, Uber di Amerika Serikat memperkenalkan fitur Work Hub baru. Fungsi ini memungkinkan pengemudi untuk menyediakan layanan berbeda untuk Uber Rata, Uber Works, dll.

Eric Ries menyebutkan dalam bukunya “Lean Startup” bahwa setidaknya 10 pekerjaan inovatif dapat dilakukan untuk perusahaan.

Baca juga : 8 Ide Bisnis yang Patut di Coba di Era New Normal

5. Menjadi story brand 

Sumber : mldspot.com

Pada akhir Perang Bumi II, kala banyak orang bersiap mengalami resesi ekonomi besar, industri mobil Amerika mulai tingkatkan usaha mereka buat menaikkan produk mereka.

Industri real estate melaksanakan perihal seragam dengan membuat klien berangan- angan mengenai rumah terkini. Dengan penyembuhan ekonomi, kedua industri ini jadi industri sangat berhasil sehabis Perang Bumi Kedua.

McKinsey mengusulkan supaya industri fokus pada interaksi klien, tingkatkan pengalaman klien, serta membuat ikatan yang mendalam. Di masa keterasingan raga, industri wajib menggunakan seluruhnya penjualan serta teknologi digital buat menarik pelanggan.

Bila sepanjang endemi ini, industri melindungi pelanggan serta karyawannya dengan membagikan angka serta konten yang layak mereka miliki, industri bisa menggapai hasil ribuan kali bekuk di era depan.

Similar Posts