Sosial media

5 Statment Moeldoko atas Dakwaan AHY Terpaut Rumor Kudeta Partai Demokrat

5 Statment Moeldoko atas Dakwaan AHY Terpaut Rumor Kudeta Partai Demokrat- Kepala Karyawan Kepresidenan( KSP) Moeldoko mengatakan merupakan Pimpinan Biasa Partai Demokrat yang hendak mengambil alih Agus Harimukti Yudhoyono( AHY) nama lain AHY selaku arahan.

5 Statment Moeldoko atas Dakwaan AHY Terpaut Rumor Kudeta Partai Demokrat

Sumber : tribunnews.com

imrpublications – Herzaky Mahendra Putra, Direktur Biro Komunikasi Strategis Partai Progresif Demokratik, mengungkapkan hal itu dalam keterangan resmi, Senin, 1 Februari.

Hezaki menulis dalam siaran pers resminya pada hari Senin di bulan Februari: “Berdasarkan pengakuan dan kesaksian yang kami peroleh dari BAP banyak pimpinan di tingkat pusat dan daerah Partai Demokrat, mereka bertemu langsung dengan KSP Moeldoko.”

Menurut dia, hal itu dilakukan Moeldoko untuk memajukan pencalonan presiden 2024 mendatang.

Menurut laporan, kudeta diluncurkan sebulan lalu untuk menggantikan AHY sebagai ketua. Tidak hanya dari internal partai, tapi juga dari luar Partai Demokrat atau kalangan non kader. Nama M Nazaruddin, Max Sopacua, Marzuki Alie dan Johny Alen Marbun muncul.

AHY bahkan sempat menyatakan sebelumnya bahwa tokoh nonpartai yang ia maksud adalah pejabat senior pemerintah. Dalam hal ini, dia akan meminta klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo atau Chokowi.

AHY mengatakan dalam jumpa pers yang diadakan di kantor Partai Progresif Demokratik, Senin, 1 Februari: “Sedangkan non-kader adalah pejabat senior pemerintah. Kami minta kepada Presiden Joko Widodo (Joko Widodo). Konfirmasi dan klarifikasi.”

Lantas, bagaimana 5 Statment Moeldoko atas Dakwaan AHY Terpaut Rumor Kudeta Partai Demokrat ?

1. Moeldoko: Pak Jokowi Tak Tahu Sama Sekali

Sumber : nasional.kompas.com

Moeldoko, direktur Kantor Kepresidenan, berbicara tentang keterlibatannya dalam kudeta Demokrat. Moeldoko meminta, persoalan ini tidak ada kaitannya dengan istana dan presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Moeldoko dalam jumpa pers mengatakan: “Jangan lakukan apa-apa di istana. Dalam hal ini, saya ingatkan jangan mengganggu Pak Jokowi karena dia tidak tahu apa-apa. Ini urusan saya.” Kemarin 1 Bulan 1, Senin.

Baca juga : 8 Penyebab Utama Hubungan AS dan China Kian Memanas

2. Tidak Ada Pengambilalihan Partai

Sumber : inews.id

Moeldoko meneruskan, dirinya sering menyambut banyak pengunjung yang tiba ke kantor serta rumahnya.

Walaupun sedemikian itu, Moeldoko berterus terang pertemuan itu tidak mangulas pengambilalihan kepemimpinan  AHY dari Partai Demokrat.

Ia mengatakan:” Aku orang yang terbuka, aku mantan Komandan Angkatan Nasional, namun aku tidak terdapat batas dengan siapa juga, paling utama di rumah ini, yang mau buka 24 jam”, dikutip dari liputan6.com .

Moeldoko melanjutkan: “Mereka berkelompok, jadi kami menerimanya. Saya tidak tahu secara spesifik.”

3. Pemimpin Jangan Mudah Goyah dan Baper

Sumber : cnnindonesia.com

Soal masalah yang berkembang, Moeldoko, Direktur Kantor Kepresidenan, meminta para pimpinan untuk tidak goyah dan memberi semangat sembarangan.

“Nasihat saya adalah menjadi pemimpin. Anda harus menjadi pemimpin yang kuat. Jangan mudah bosan, jangan mengayun dengan mudah, dll. Jika anak buah Anda tidak bisa kemana-mana, borgol mereka,” di At the press konferensi pada Senin (1/2/2021).

Ia pun mengaku kerap menerima tamu yang datang untuk bercerita, termasuk di rumahnya. Meski begitu, Moeldoko menegaskan tidak pernah membahas soal pengambilalihan kekuasaan di tangan Partai Demokrat.

Moeldoko menjelaskan: “Mereka berkelompok, jadi kami terima. Saya kurang paham latar belakangnya. Dari percakapan biasanya saya mulai dengan (topik) pertanian karena saya sangat menyukai pertanian.”

“Selanjutnya saya hanya akan mendengarkan situasi di depan saya. Selanjutnya mari kita dengarkan,” lanjut Moeldoko.

4. Moeldoko Duga Isu Kudeta Muncul dari Foto-foto

Sumber : liputan6.com

Moeldoko menduga tuduhan itu terjadi setelah foto dirinya dan banyak foto lainnya dibagikan.

“Timbul masalah, dan sebagainya. Mungkin dasarnya foto. Ya, orang-orang dari Indonesia timur datang ke sini dan ingin berfoto dengan saya. Ya terima saja, apa masalahnya,” ujarnya. Moeldoko pada konferensi pers virtual yang diadakan pada Senin, 1 Januari tahun lalu.

Dari sana, ia mempertimbangkan pertanyaan keinginannya untuk mengambil alih Partai Demokrat. Moeldoko mengaku tak ingin mengusik isu kudeta.

Dia berkata: “Jika ini menjadi sesuatu yang dibicarakan, silakan lanjutkan. Saya tidak keberatan.”

Baca juga : 6 Hal Dugaan Dan Nama-nama Terduga Kudeta di Partai Demokrat

5. Moeldoko: Kudeta dari Dalam, Bukan Luar

Sumber : nasional.sindonews.com

Soal kader nonpartisan yang diduga bakal menggantikan pimpinan AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat, itu tanggapan Moeldoko.

Moeldoko mengatakan pada konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021): “Jika ada kudeta jangka panjang, itu adalah kudeta internal, periode kudeta eksternal.”

Similar Posts